Anggy Rusidi @__ngy_

http://aanggyyy.tumblr.com/

perempuan LadangRupa

  • Posts
    803
  • Followers
    1756
  • Following
    1265
Angin mendengar kupu-kupu berbisik,
Suaranya terbenam dalam luka-luka dan segala kesusah payahan. 
Setenang kabut mengudara,  sesal mendendam,  mengutuk dengan segala kerendahan hati. 
Aku mendengar ketenangan,
dan mimpi mendesak. 
Daun yang gugur satu satu,  menjadi tabah. 
Jalan terputus-putus,  sedang air mata membeku. 
Kupu-kupu itu menjauh, melayang . 
anggy rusidi
12jan2018
11:26 p.m

#instagram #vscocam
  • Comments 0

Angin mendengar kupu-kupu berbisik, Suaranya terbenam dalam luka-luka dan segala kesusah payahan. Setenang kabut mengudara, sesal mendendam, mengutuk dengan segala kerendahan hati. Aku mendengar ketenangan, dan mimpi mendesak. Daun yang gugur satu satu, menjadi tabah. Jalan terputus-putus, sedang air mata membeku. Kupu-kupu itu menjauh, melayang . anggy rusidi 12jan2018 11:26 p.m #instagram #vscocam

Advertising
"sederhana bukan?" ucapnya. 
Kepalaku berputar,  aku mencoba mengeja kata yang baru saja keluar dari bibir tipis menggemaskan itu. "bisakah kau jelaskan padaku apa itu sederhana?  Sungguh aku tak tau dan tak mengerti apa itu. Aku baru mendengarnya,  baru saja." kepalaku semakin berputar,  otakku seperti akan meledak.  Ohh sungguh aku hanya ingin berbaring di sampingmu, tapi begitu sulitkah? 
Ia tak menjawab pertanyaanku,  sesimpul senyuman dibibirnya.  Ia mendekapku,  bibirku dipenuhi bibirnya. . . 
anggy rusidi
04jan18
04:52 p.m

#instagram #vscocam
  • Comments 2

"sederhana bukan?" ucapnya. Kepalaku berputar, aku mencoba mengeja kata yang baru saja keluar dari bibir tipis menggemaskan itu. "bisakah kau jelaskan padaku apa itu sederhana? Sungguh aku tak tau dan tak mengerti apa itu. Aku baru mendengarnya, baru saja." kepalaku semakin berputar, otakku seperti akan meledak. Ohh sungguh aku hanya ingin berbaring di sampingmu, tapi begitu sulitkah? Ia tak menjawab pertanyaanku, sesimpul senyuman dibibirnya. Ia mendekapku, bibirku dipenuhi bibirnya. . . anggy rusidi 04jan18 04:52 p.m #instagram #vscocam

Sudah lebih dari ribuan waktu yang kita susun untuk menghancurkannya dan menyusunnya kembali. 
Dan kita senang bermain-main

anggy rusidi
03jan18
08:57 a.m

#vscocam #instagram
  • Comments 0

Sudah lebih dari ribuan waktu yang kita susun untuk menghancurkannya dan menyusunnya kembali. Dan kita senang bermain-main anggy rusidi 03jan18 08:57 a.m #vscocam #instagram

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

Salam dari aku yang merindukanmu. 
1 j a n u a r i 2 0 1 8
. . *foto ini dikirimkan via wa sekitar jam setengah lima tadi oleh seseorang dengan pesan '' oleh dari jakarta nun jauh merindukanmu" 
#instagram #vscocam
  • Comments 1

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ Salam dari aku yang merindukanmu. 1 j a n u a r i 2 0 1 8 . . *foto ini dikirimkan via wa sekitar jam setengah lima tadi oleh seseorang dengan pesan '' oleh dari jakarta nun jauh merindukanmu" #instagram #vscocam

Advertising
Ibuku pulang dari ladang,  membawa sekarung derita yang akan di jualnya dari pakan ke pakan. 
Ibuku beraroma surga, di jantungnya ada mawar yang mekar. 
Tapi dikepalanya penuh semak,  rumput liar,  dan bunga2 kecil yang tak kuatau namanya. 
Ibu pulang dari pakan selasa, kaporo penuh recehan ia simpan di balik beha. 
Kami berhamburan. 
Bu... Aku minta uang,  mau ku tanam... anggy rusidi
24 desember 2017
09:39 a.m

#poem #instagram
  • Comments 3

Ibuku pulang dari ladang, membawa sekarung derita yang akan di jualnya dari pakan ke pakan. Ibuku beraroma surga, di jantungnya ada mawar yang mekar. Tapi dikepalanya penuh semak, rumput liar, dan bunga2 kecil yang tak kuatau namanya. Ibu pulang dari pakan selasa, kaporo penuh recehan ia simpan di balik beha. Kami berhamburan. Bu... Aku minta uang, mau ku tanam... anggy rusidi 24 desember 2017 09:39 a.m #poem #instagram

Langit biru kelabu.
Rintih dan Pilu berteduh di bawah pagi yang usang. 
Aku mengejar dosa menjelang magrib menggema. 
Setan bertandang,  menghirup segelas kebeningan yang diperas tiap subuh berkumandang. 
Waktu membuka jalan lebih lebar,  lebih berkabut,  dan langkah hilang satu-satu. 
Memang,  mata harus tetap jalang,  biarkan Rintih dan Pilu bertamu dengan  Setan yang haus selalu. 
Aku harus pergi ke surau segera,  adzan sudah menjelma asap. 
anggy rusidi
16DES2017
06:29 p.m

#poem #vsco
  • Comments 0

Langit biru kelabu. Rintih dan Pilu berteduh di bawah pagi yang usang. Aku mengejar dosa menjelang magrib menggema. Setan bertandang, menghirup segelas kebeningan yang diperas tiap subuh berkumandang. Waktu membuka jalan lebih lebar, lebih berkabut, dan langkah hilang satu-satu. Memang, mata harus tetap jalang, biarkan Rintih dan Pilu bertamu dengan Setan yang haus selalu. Aku harus pergi ke surau segera, adzan sudah menjelma asap. anggy rusidi 16DES2017 06:29 p.m #poem #vsco

Lebih dari banyak malam yang tak mungkin aku sebutkan tentunya, bintang berjalan pelan sekali. 
Kau tau, waktu enggan melihatku yang sudah hampir mati ini. 
Napasku berceceran,  sedang kau menarik air mataku yang tak mau lepas. 
Lebih dari berjuta bayangan menjelma gelap malam. 
Sudah,  aku sudah kembali menjadi lesapmu yang lama. 
anggy rusidi
09des2017
11.20 p.m

#instagram 
#poem
  • Comments 0

Lebih dari banyak malam yang tak mungkin aku sebutkan tentunya, bintang berjalan pelan sekali. Kau tau, waktu enggan melihatku yang sudah hampir mati ini. Napasku berceceran, sedang kau menarik air mataku yang tak mau lepas. Lebih dari berjuta bayangan menjelma gelap malam. Sudah, aku sudah kembali menjadi lesapmu yang lama. anggy rusidi 09des2017 11.20 p.m #instagram #poem

Advertising
Dalam degup yang tak berkesudahan,  aku memandang langit yang tak henti mendatangkan hujan. 
Kau menunggu hujan reda, 
Wajahmu selalu bimbang, 
Kau tau siapa aku bukan? 
Hujan ini tak akan berhenti sampai kau kembali,  dan aku pergi mencari jalan keluar. 
Tidak! 
Hujan akan berhenti pada waktu dimana aku akan terbang bersama pelangi,  dan kau berjalan dalam keragu-raguan. 
Aku akan menghantuimu setiap malam,  setiap lelah yang kau coba pejamkan,  aku di sana. 
Sedang kau akan tetap menjadi rahasia di lautan yang dalam. 
anggy rusidi 
30nov2017
08:28 a.m

#vsco #vscocam #instagram #poem
  • Comments 3

Dalam degup yang tak berkesudahan, aku memandang langit yang tak henti mendatangkan hujan. Kau menunggu hujan reda, Wajahmu selalu bimbang, Kau tau siapa aku bukan? Hujan ini tak akan berhenti sampai kau kembali, dan aku pergi mencari jalan keluar. Tidak! Hujan akan berhenti pada waktu dimana aku akan terbang bersama pelangi, dan kau berjalan dalam keragu-raguan. Aku akan menghantuimu setiap malam, setiap lelah yang kau coba pejamkan, aku di sana. Sedang kau akan tetap menjadi rahasia di lautan yang dalam. anggy rusidi 30nov2017 08:28 a.m #vsco #vscocam #instagram #poem

Aku pikirkan berkali-kali. 
Lagit memudar,  dan pelangi enggan kembali. 
Bulan bersinar,  namun ia terlampau tinggi. 
Besok ingin jadi kemaren. 
Pagi terlelap,  angin bicara tak berbunyi. 
Aku berfikir lagi dan lagi. 
Tuhan berbisik, "bukankah setiap detik Aku selalu ingatkan? kau tertipu lagi."
Sudahlah, aku menyerah. 
anggy rusidi 
12nov2017
07:23 p.m

#instagram #vsco #poem
  • Comments 1

Aku pikirkan berkali-kali. Lagit memudar, dan pelangi enggan kembali. Bulan bersinar, namun ia terlampau tinggi. Besok ingin jadi kemaren. Pagi terlelap, angin bicara tak berbunyi. Aku berfikir lagi dan lagi. Tuhan berbisik, "bukankah setiap detik Aku selalu ingatkan? kau tertipu lagi." Sudahlah, aku menyerah. anggy rusidi 12nov2017 07:23 p.m #instagram #vsco #poem

Waktu itu langit menguning,  jejak hilang satu persatu. 
Dan Kau ciptakan sebuah pertemuan untuk mereka yang menipu kesepian. 
Jiwa mereka kosong, dan Kau isi dengan hasrat yang lapar. 
Mereka saling memburu. 
Dan Kau, apa Kau nikmati pergumulan kami?  Setiap desah percumbuan kami? 
Dan kami mejadi kosong,  saat Kau biarkan kami saling bermimpi. 
anggy rusidi
04nov2017
09:16a.m

#instagram #vsco #poem
  • Comments 1

Waktu itu langit menguning, jejak hilang satu persatu. Dan Kau ciptakan sebuah pertemuan untuk mereka yang menipu kesepian. Jiwa mereka kosong, dan Kau isi dengan hasrat yang lapar. Mereka saling memburu. Dan Kau, apa Kau nikmati pergumulan kami? Setiap desah percumbuan kami? Dan kami mejadi kosong, saat Kau biarkan kami saling bermimpi. anggy rusidi 04nov2017 09:16a.m #instagram #vsco #poem

Advertising
Laut yang surut, dan aku menunggu matahari turun. Apa yang terjadi setelah matahari padam di lautan itu, hanya perjalanan yang ditingkahi hujan, kedai kopi, dan tubuhmu yang kurapal serupa bara.
. 
Ada yang menyilaukan, bukan senja para pecinta. Ini matahari terlalu biasa yang kucari, hanya untuk membasuh wajah dari luka-luka masa lalu. Dan kau, adakah di tengah gelombang sana? Melayari yang entah, menambat di pelabuhan-pelabuhan yang asing.
. ☝️ caption orang
. 
28okt2017
01.46p.m.
#instagram #vsco #poem #beach
  • Comments 3

Laut yang surut, dan aku menunggu matahari turun. Apa yang terjadi setelah matahari padam di lautan itu, hanya perjalanan yang ditingkahi hujan, kedai kopi, dan tubuhmu yang kurapal serupa bara. . Ada yang menyilaukan, bukan senja para pecinta. Ini matahari terlalu biasa yang kucari, hanya untuk membasuh wajah dari luka-luka masa lalu. Dan kau, adakah di tengah gelombang sana? Melayari yang entah, menambat di pelabuhan-pelabuhan yang asing. . ☝️ caption orang . 28okt2017 01.46p.m. #instagram #vsco #poem #beach

Bagaimanapun mereka tak berlanjut ganas,  namun lebih perlahan dan khidmat,  serasa pecinta-pecinta agung  yang mengerti bagaimana seni persetubuhan yang sesungguhnya. . . 
Momen itu demikian menakjubkan bagi mereka,  sesuatu yang nyaris tak terenungkan. "Lelaki Harimau - Eka Kurniawan''
. . 
#vsco #instagram #book
  • Comments 0

Bagaimanapun mereka tak berlanjut ganas, namun lebih perlahan dan khidmat, serasa pecinta-pecinta agung yang mengerti bagaimana seni persetubuhan yang sesungguhnya. . . Momen itu demikian menakjubkan bagi mereka, sesuatu yang nyaris tak terenungkan. "Lelaki Harimau - Eka Kurniawan'' . . #vsco #instagram #book

NEXT